Senin, 23 September 2013

= Mengkonfigurasi Hotspot Menggunakan MikroTik RB751 =


Ini adalah susunan dari jaringan mikrotik yang saya gunakan dengan keterangan sebagai berikut:
Ether1 = sebagai DHCP Client dan sudah mendapatkan IP secara otomatis dari ISP
Wlan1 = sebagai Hotspot dengan IP 192.168.3.1 dengan Preffix /24.
Client TU = dengan IP 192.168.3.xxx[dari 2 sampai 254] dengan preffix /24.

Langkah pertama, buka winbox lalu scan dan pilih "MAC Address". Login sebagai "admin", password dikosongkan lalu klik "Connect".

Langkah kedua, kita harus melakukan reset yang bertujuan untuk menghilangkan settingan bawaan pabrik/default dari alat MikroTik yang kita gunakan. Caranya adalah pilih menu "New Terminal" lalu ketik "system reset-configuration" dan ketik "y" sebagai perintah yes.
Lalu tunggu sekitar 10 sampai 20 detik sampai Winbox Disconnect/aplikasi ter-exit[artinya bahwa MikroTik sudah selesai di reset].

Setelah itu, buka kembali Winbox dan klik "Connect", maka akan ada tampilan ini. Klik "Remove Configuration" yang bertujuan untuk menghilangkan settingan bawaan Pabrik.
Exit-kan Winbox, lalu buka lagi dan klik"Connect".

Langkah ketiga, buka menu "Interfaces". Supaya tidak lupa bahwa "ether1" terkonek dengan modem secara langsung, maka saya akan me-rename "ether1" dengan cara klik 2 kali di "ether1" dan dibagian Name saya ketik "ether1-modem" lalu "OK". "wlan1" saya rename menjadi "wlan1-hotspot" karena "wlan1" akan saya gunakan sebagai jalur Hotspot.

Langkah keempat, kita akan merequest IP untuk Client dengan cara pilih menu "IP>DHCP Client" lalu klik "+". Di Tab "DHCP" dibagian "Interfaces" pilih "ether1-modem" lalu klik "OK". Pastikan bahwa anda mendapatkan IP Address sebelum melanjutkan kelanngkah berikutnya.

Langkah kelima, kita akan membuat IP Address sebagai pengenal untuk "wlan1". Caranya adalah pilih menu "IP>Address" lalu klik "+" dan masukkan IP Address yg kita inginkan dibagian "Address" dan dibagian "Interfaces" pilih "wlan1-hotspot" lalu klik "Apply" dan "OK".
[IP yang saya gunakan adalah "192.168.3.1/24"]

Langkah keenam, kita akan membuat DNS dengan cara pilih menu "IP>DNS". Dibagian "Servers" isikan DNS anda[contoh: 202.134.1.10], beri centang pada "Allow Remote Request" yang bertujuan agar client dapat merequest DNS menggunakan IP Gateway, Lalu klik "Apply" dan "OK".


Langkah ketujuh, kita akan membuat NAT dengan cara pilih menu "IP>Firewall" lalu pilih Tab "NAT" dan klik "+". Di Tab "General" dibagian "Out Interface" pilih "ether1-modem". Di Tab "Action" pilih "masquerade" lalu klik "OK".


Langkah kedelapan, kita akan menyebarkan hotspot kita dengan cara pilih menu "Wireless" lalu klik "wlan1-hotspot". Masuk ke Tab "Wireless", lalu dibagian "Mode" pilih "ap bridge" karena kita akan menyebarkan/share hotspot bikinan kita dan isikan nama untuk hotspot dibagian "SSID"[contoh: Dhafia.net] lalu klik "OK".

Langkah kesembilan, kita akan membuat hotspot karena dilangkah sebelumnya kita hanya sekedar membuatkan nama dan IP untuk hotspot ini. Caranya adalah pilih menu "IP>Hotspot" lalu klik "Hospot Setup". Di "HotSpot Interfaces" pilih "wlan1-hotspot" lalu klik "Next".

Karena kita sudah membuat masquerade maka hilangkan centangan pada "Masquerade Network" lalu klik "Next".

Karena kita menggunakan preffix "/24" maka IP yang akan kita sewakan adalah dari 192.168.3.2 sampai 192.168.3.254. Lalu klik "Next".

Pilih "None" lalu klik "Next".

IP Address of SMTP Server diisi dengan 0.0.0.0, lalu klik "Next".

Pada "DNS Servers" isinya adalah sesuai dengan IP DNS yang kita masukkan sebelumnya. Lalu klik "Next".

Pada "DNS Name" berikan nama yang pastinya tidak ada didalam internet[contoh: dhafia.net], lalu klik "Next".

Pada "Name of Local HotSpot User" dan "Password for the User" silahkan diisi sesuai keinginan masing-masing. [Contoh: "Name of Local HotSpot User = admin" dan "Password for the User" = admin] Lalu klik "Next".

Maka Hotspot Setup pun Selesai.

Jika anda ingin memasang Bandwitch pada hotspot anda maka caranya adalah pilih Tab "User Profiles" lalu klik "+".
Ini adalah contoh dari saya beserta keterangannya:
Name : siswa [nama untuk kelompok user profil di hotspot yang akan anda berikan bandwitch]
Shared Users : 1 [jumlah pengguna dalam 1 ID User yang dapat digunakan]
Rate Limit (rx/tx) : 128k/128k ["rx" adalah jumlah bandwitch yang diberikan pada browsing dan "tx" adalah jumlah bandwitch yang diberikan pada download]
Lalu jika anda sudah mengisi ketiga-tiganya [Ingat! hanya tiga ini saja yang anda isikan] maka klik "Apply" dan "OK".

Lalu kita buat 1 lagi user profil hotspot dengan nama "tata-usaha" dan bandwitch "200k/200k" lalu klik "Apply" dan "OK".

Lalu buat User HotSpot dengan cara masuk ke Tab "Users" dan klik "+".
Ini adalah contoh dari saya beserta keterangannya:
Name : doni [isi sesuai keinginan anda]
Password : doni [isi sesuai keinginan anda]
Profile : siswa [artinya adalah user yang bernama "doni" kita letakkan di user profil/kelompok "siswa"]
Lalu klik "Apply" dan "OK".

Lalu kita buat 1 lagi user hotspot dengan nama "apna", password "apna" dan profile "tata-usaha". Lalu klik "Apply" dan "OK".

Untuk pengujian, pastikan dahulu bahwa kita tidak tersambung dengan kabel LAN karena kita akan connect melalui WiFi. Lalu kita lihat list WiFi yang ter-scan di PC/NB kita dan cari WiFi dengan nama buatan kita tadi[Dhafia.net] lalu klik "Connect".

Jika sudah terconnect dengan WiFi, maka kita coba buka internet browser, maka akan ada tampilan untuk perintah Login untuk bisa internetan [ini adalah tampilan yang sudah diedit].
Maka masukkan "User" dan "Password" bikinan kita tadi[Contoh: "User Login=doni" dan "Password=doni"] lalu klik "Masuk" atau Enter.

Ini adalah tampilan yang menunjukkan bahwa anda sudah bisa internetan. Jika anda ingin melihat berapa user yang masuk, maka buka Winbox lalu klik "Connect".


Pilih menu "IP>Hotspot" dan masuk di Tab "Active".



Klik 2 kali di user yang aktif[Contoh: doni].
Keterangan:
Jika berwarna merah maka dia memakai bandwitch tepat di 128k/lebih dari 128k.
Jika berwarna kuning maka dia memakai bandwitch hampir mencapai 128k.
Jika berwarna hijau maka dia memakai bandwitch dengan stabil.

Rabu, 18 September 2013

Koneksi Internet Gateway Dengan Modem ADSL

Persiapan alat:
1.    RB751U
2.    Modem ADSL (Terkoneksi sebagai router dan dial-up)
3.    Kabel UTP
4.    Notebook / PC (Untuk remote dan uji koneksi)

Keterangan Gambar:

Ethernet 1 untuk koneksi langsung ke modem.
Ethernet 2 untuk koneksi ke Local.
Kemudian menggunakan kabel untuk wlan 1 yang digunakan sebagai koneksi ke local dengan Wifi.



Pasang Kabel UTP dari Laptop ke port 2 di alat mikrotik.
Kemudian buka Winbox, lalu scan dan klik MAC Address yang tersedia, dengan Login diisi "admin" dan Password dikosongkan lalu klik "Connect".


Langkah pertama yang kita lakukan adalah mereset konfigurasi bawaan pabrikan dengan cara "New Terminal", lalu ketik "system reset-configuration" kemudian enter dan ketik "y".
Setelah itu tunggu sekitar 10 detik sampai ada tampilan seperti pada gambar di samping kanan, lalu klik "OK".
Buka Winbox dan Login kembali dengan cara yang sama yaitu scan dan klik MAC Address yang tersedia, dengan Login diisi "admin" dan Password dikosongkan lalu klik "Connect".
Setelah connect akan ada tampilan seperti ini, lalu pilih "Remove Configuration".
Kemudian Exit Winbox, buka Winboxnya dan Login lagi.
Langkah kedua, buka menu "Interfaces" lalu kita koneksikan "kabel modem" ke "Ethernet1", jika sudah terkonek maka akan ada lambang "R".
Langkah ketiga, kita melakukan requst IP Address dari modem dengan cara klik menu "IP>DHCP Client", lalu klik "+".
Dibagian "Interfaces" pilih "ether1" [karena port 1 adalah port yang terhubung langsung dengan modem] lalu klik "OK".
Langkah keempat, buat IP Address untuk Ethernet2 dengan cara klik menu "IP>Address", lalu klik "+".
Dibagian "Address" ketik IP dan Prefix yang diinginkan [contoh: 192.168.2.1/24] dan dibagian "Interfaces" pilih "ether2" lalu klik "Apply" dan "OK".
Lalu buat lagi IP untuk Ethernet Wlan dengan cara klik "+", dibagian "Address" masukkan IP dan Prefix yang diinginkan [contoh: 192.168.3.1/24] dan dibagian "Interfaces" pilih "wlan1" lalu klik "Apply" dan "OK".
Langkah kelima, buat IP DNS di menu "IP>DNS". Dibagian "Server" ketik IP DNS Static yang diinginkan [contoh: 202.134.0.155] lalu centang "Allow Remote Request" kemudian klik "OK".
Langkah keenam, buatlah Firewall di menu "IP>Firewall" dan pilih Tab "NAT" lalu klik "+" [ini berguna agar IP Local dapat terkoneksi dengan Internet].
Di Tab General di bagian "Chain" pilih "scnat" dan "Out Interfaces" pilih "ether1" [karena ini adalah interfaces yang langsung terhubung ke modem].
Lalu di Tab "Action" pilih "masquarade", lalu klik "OK".
Setelah keenam langkah tersebut di atas telah kita lakukan dan tidak ada masalah maka kita bisa melakukan ping di mikrotik ke salahsatu situs internet [contoh: www.google.com] di menu "New Terminal" lalu ketik "ping www.google.com" dan enter.
[Catatan: IP yang kita buat tadi adalah IP Statis]
Lalu bagaimana jika client ingin menggunakan IP Dinamis?
Inilah caranya!
Langkah ketujuh, buatlah IP yang berbentuk Dinamis di menu "IP>DHCP Server" lalu klik "DHCP Setup". Dibagian "DHCP Server Interfaces" sebagai contoh karena LAN berada di ether2 maka saya pilih "ether2" lalu klik "Next".
Pastikan bahwa IP Address di ether2 sama, lalu klik "Next".
IP Gateway tidak perlu diubah, lalu klik "Next".
Ini adalah jarak antara IP pertama sampai IP yang terakhir yang kita sewakan.
[contoh: IP yang disewakan mulai dari IP 192.168.2.2 sampai IP 192.168.2.254] lalu klik "Next".

IP ini akan secara otomatis tampil jika kita sudah mengisikan IP DNS. Lalu klik "Next".
"Lease Time" adalah lama waktu penyewaan [contoh: 1 jam maka ketik "01:00:00"]. Lalu klik "Next".
Jika sudah selesai maka tampilannya adalah seperti ini. Lalu klik "OK".
Langkah kedelapan, agar para client yang tidak memiliki sambungan berupa kabel dapat terkoneksi, maka kita harus membuatkan Wireless dengan cara klik menu "Wireless", lalu di Tab "Interfaces" terdapat "wlan1" dalam keadaan tidak aktif, maka cara mengaktifkannya cukup dengan mengklik tanda centang.
Jika Wireless tersebut ingin anda berikan password maka masuk ke Tab "Security Profiles" [masih di menu yang sama yaitu "Wireless"] lalu klik "+". Di bagian "Name" silahkan isi sesuka hati [contoh: dhafia.net] dan inilah bagian penting karena ini yang akan kita pasang yaitu di bagian "WPA Pro-Shared Key dan WPA2 Pro-Shared Key" isi minimal 8 karakter [contoh: peserta123], jika semua sudah diisi, kemudian klik "OK".
Langkah kesembilan, yaitu membuat SSID dengan cara masuk ke Tab "Interfaces" [masih di menu yang sama yaitu "Wireless"] lalu klik 2 kali pada "wlan1" dan masuk ke Tab "Wireless". Dibagian "Mode" pilih "ap bridge", dibagian "SSID" isi sesuka hati [contoh: Dhafia.net] dan dibagian "Security Profile" pilih "Dhafia.net" [Karena itu nama yang saya gunakan], lalu klik "Apply" dan "OK".

Langkah kesepuluh, agar client mendapatkan IP Address secara otomatis maka masuk ke menu "IP>DHCP Server". Klik "wlan1" lalu klik "DHCP Setup" dan dibagian "DHCP Server Interfaces" pilih "wlan1", lalu klik "Next" terus sampai selesai.
Lakukan pengujian dengan cara mencolokkan kabel UTP dari "Laptop" ke "port2/ethernet2". Lalu klik kanan pada tray icon "connection" dan pilih "Open Network and Sharing Center>Change Adapter Setting". Klik kartu jaringan anda lalu klik "Detail" dan pastikan bahwa anda telah mendapatkan IP.
Setelah mendapatkan IP maka anda bisa mencoba untuk membuka situs internet [contoh: google terjemah].

Pengujian kali ini adalah pengujian untuk Wireless karena yang barusan dilakukan adalah pengujian terhadap penggunaan kabel UTP.
Caranya adalah cabut kabel UTP yang menghubungkan Laptop dengan alat mikrotik, lalu cari nama SSID yang sudah dibuat tadi [contoh: Dhafia.net] di Wireless Connection anda, lalu klik "Connect" dan masukkan password yang dibuat tadi [contoh: peserta123] lalu klik "Next".

Setelah itu cek kembali apakah anda sudah mendapatkan IP Address atau belum. Jika anda mendapatkan IP Address, tandanya anda sudah terkoneksi.